Jenis dan Fungsi Rem Kendaraan Beserta Cara Kerjanya

Detikotomotif

Jenis dan Fungsi Rem Kendaraan Beserta Cara Kerjanya

Detikotomotif.comJenis dan Fungsi Rem Kendaraan-Rem datang dalam beberapa jenis dan fungsi tergantung pada jenis kendaraan yang digunakan. Artikel ini membahas tentang jenis dan fungsi rem kendaraan baik untuk mobil maupun sepeda motor agar Anda lebih memahami cara kerja sistem pengereman kendaraan. Mengerti tipe dan peranan rem mobil diharap bisa tingkatkan kesadaran dan keselamatan berkendaraan di jalan raya.

Setiap kendaraan dilengkapi dengan sistem pengereman. Ada dua jenis rem otomotif yang paling umum digunakan oleh produsen mobil: cakram dan tromol.

Keduanya memiliki sistem operasi yang berbeda, tergantung dari tenaga yang dihasilkan oleh mesin mobil tersebut. Selain itu, rem cakram dan tromol masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan.Pemilik mobil, Anda perlu pahami langkah kerja rem mobil Anda. Dengan begitu, Anda bisa lebih mengenali tanda-tanda kerusakan bahkan menentukan penyebabnya.

Fungsi Sistem Pengereman Kendaraan

Seperti yang Anda ketahui, sistem pengereman memiliki fungsi yang berbeda-beda. Salah satu manfaat yang bisa Anda rasakan adalah menghentikan kendaraan sedekat mungkin. Sistem ini bekerja dengan mengubah energi kinetik menjadi energi panas. Namun pada kenyataannya energi kinetik yang terbuang diserap kembali dan diubah menjadi energi listrik seiring berjalannya waktu.Contoh yang bisa dilihat dari keadaan ini adalah kendaraan hybrid dan listrik.

Berbagai Sistem Pengereman Kendaraan

Perlu Anda ketahui bahwa sistem pengereman ini terbagi menjadi beberapa bagian dengan fungsi yang berbeda-beda. Untuk mengetahui hal tersebut, mari kita lihat jenis-jenis sistem pengereman pada kendaraan.Berikut Jenis dan Fungsi Rem Kendaraan Beserta Cara Kerjanya

1.Rem Tromol

Hingga saat ini jenis rem mekanis ini banyak dijumpai di berbagai kendaraan seperti mobil dan sepeda motor. Rem mekanis terdiri dari beberapa komponen seperti tromol, bantalan rem, dan cam untuk mendukung kinerjanya. Perhatikan bahwa sistem rem ini memiliki bubungan yang mendorong lapisan luar saat pedal rem ditekan. Kampas rem kemudian mendorong tromol dan kendaraan berhenti. Saat tromol berputar dengan roda, kendaraan berhenti pada saat bersamaan. Saat pedal rem dilepaskan, kampas rem ditarik lagi dan kembali lagi ke tempat awal.

2.Rem Cakram

Jenis rem kedua adalah rem cakram, yang masih dipasang pada banyak kendaraan saat ini. Tidak hanya itu, rem ini juga dilengkapi dengan cakram yang dipasang di roda. Saat rem diinjak melalui pedal atau tuas, pelumas hidrolik mendorong piston untuk menjepit cakram. Rem cakram memiliki keunggulan menjaga suhu lebih rendah daripada rem tromol.

3.Rem Hidrolik

Sistem pengereman ini condong ke jenis pengereman berdasarkan cara kerjanya. Rem hidrolik memiliki prinsip kerja yang mengacu pada Hukum Pascal, yang menyatakan bahwa tekanan zat cair dalam ruang tertutup ditransmisikan dengan gaya yang sama ke segala arah. Sistem pengereman ini harus menggunakan saluran yang rapat agar udara tidak terkontaminasi. Jika terjadi kebocoran rem, rem ini tidak akan berfungsi. Ini dapat membahayakan pengguna.

4.Rem Angin

Berbeda dengan jenis rem sebelumnya yang biasa ditemukan pada kendaraan, rem angin ini hanya ada pada bus atau truk sehingga sangat langka. Sama dengan namanya, rem tipe ini memakai angin untuk operasionalisasinya. Proses kerjanya melalui beberapa tahapan, seperti udara masuk melalui filter, kemudian menuju kompresor dan terlebih dahulu ditampung di reservoir. Nah, reservoir ini terhubung dengan ruang rem di setiap roda

5.Rem Parkir

Rem parkir atau rem tangan memiliki fungsi lain. Keberadaannya tidak dirancang untuk menghentikan atau memperlambat kendaraan, melainkan menahannya dalam posisi diam. Rem parkir, seperti namanya, adalah rem yang mencegah mobil bergerak saat diparkir. Dalam beberapa kasus, rem parkir juga diperlukan saat berhenti dan menanjak pada kendaraan bertransmisi manual.

Mayoritas pengoperasian rem parkir menggunakan sistem mekanis. Ada kabel yang mengaktifkan rem belakang saat tuas ditarik. Tuas memiliki gerigi yang berfungsi sebagai mekanisme penguncian. Seperti yang sudah disebutkan, rem parkir tidak dirancang untuk menghentikan kendaraan. Namun bisa dikatakan sebagai rem cadangan saat rem utama tidak berfungsi.

Pengertian dan fungsi rem mobil

Rem mobil adalah salah satu komponen mesin kendaraan yang bertugas untuk mengatur kecepatan kendaraan. Pengereman kerap dipandang seperti sisi dari feature keselamatan kendaraan. Pasalnya, keberadaan rem mempengaruhi keselamatan saat berkendara. Jika Anda tidak menggunakan rem, kecepatan mobil Anda tidak akan terkontrol dengan baik, yang berbahaya jika Anda terbiasa mengemudi.

Fungsi rem mobil adalah untuk mengatur kecepatan mobil. Rem digunakan untuk memperlambat kendaraan atau menghentikannya sepenuhnya. Rem dirancang khusus untuk memungkinkan kendaraan berhenti dengan mulus, tanpa membahayakan keselamatan pengemudi. Disamping itu, tidak ada atau adanya rem penting untuk pastikan kendaraan berhenti saat diparkirkan.

Cara Kerja Rem Mobil

Pada dasarnya sistem pengereman kendaraan merupakan rangkaian sistem yang kompleks. Proses pengereman mengikutsertakan gesekan di antara jalan dan ban kendaraan, yang memungkinkannya kendaraan berhenti berjalan.Mekanisme pengereman mobil secara kasar dibagi menjadi dua proses. Dua proses dijelaskan di bawah ini.

1.Rem memberikan efek gesekan

Saat menginjak rem, posisi ban berputar berubah menjadi diam. Ini perlahan memperlambat roda yang bergerak dengan kecepatan tinggi. Saat roda melambat, begitu pula gravitasi mobil, menyebabkan roda bergesekan dengan jalan. Inilah mengapa roda akhirnya berhenti berputar.

2.Pengereman mengubah energi kinetik menjadi panas

Kendaraan tidak berhenti total saat Anda menginjak rem. Rem tidak serta merta menghentikan momentum kendaraan. Pengereman bekerja dengan mengubah energi kinetik atau energi kinetik kendaraan menjadi energi panas.

Energi panas ini dihasilkan ketika roda bergesekan keras dengan permukaan jalan. Energi panas yang terbentuk dengan cepat dibuang ke udara terbuka. Energi panas inilah yang memperlambat roda mobil dan memudahkan kendaraan mengerem

Akhir Kata

Berikut Jenis dan Fungsi Rem Kendaraan Beserta Cara Kerjanya ini Bisa Jadi Referensi . Semoga ulasan singkat artikel ini dapat membantu anda. Terimakasih dan selamat membaca artikel terbaik lainnya seputar dunia otomotif hanya di Detikotomotif.com

Bagikan: